Tidak semua orang yang berilmu, ilmunya membawa kebaikan untuk dirinya

Oleh Pino Bahari*

Mengapa Tidak semua orang yang berilmu, ilmunya membawa kebaikan untuk dirinya? Sebab ada ilmu yang hanya sebagai pengetahuan saja dan ada ilmu yang bisa digunakan sebagai prinsip hidup yang membawa kebaikan. berikut ini adalah ciri-ciri ilmu yang bisa bermanfaat :

1. Mengamalkan ilmu tersebut.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibarengi dengan amal.
Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Mampu menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي

“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”

3. Tidak suka dipuji karena ilmunya tinggi,tidak sombong dan tidak meremehkan orang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.” (HR. Muslim ).

4. Semakin bertambah ilmunya, semakin tawadhu.

Ilmu menjadikan seseorang TAWADHU’, semakin berilmu semakin tawadhu, dan terbebas dari UJUB, TAKABBUR lagi SOMBONG.
Fudhail bin iyadh berkata :
إنّ اللَّه عزَّ وجل يحب العالم المتواضع، ويبغض العالم الجبار، ومن تواضع لله عز وجل ورثه الله عز وجل الحكمة

Sesungguhnya Allāh mencintai seorang alim yang rendah hati dan membenci orang alim yang angkuh. Barangsiapa yang tawadhu’ karena Allāh, maka Allah anugerahkan hikmah kepadanya.

*Pino Bahari adalah Musyrif asal Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia

Bagikan Artikel ini:

WhatsApp
Telegram
Twitter
Facebook

Join The Ride

Dapatkan informasi terbaru mengenai pendidikan & kabar DAFI melalui email anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

4 × two =

Artikel & Berita
Menarik Lainnya

Informasi seputar DAFI
  • Semua
  • Artikel
  • Berita
  • Kabar Dafi
  • MAIT
  • Pendidikan
  • SMPIT
Semua
  • Semua
  • Artikel
  • Berita
  • Kabar Dafi
  • MAIT
  • Pendidikan
  • SMPIT

Hari Istimewa Nur Indah Yulyandari, Santriwati Kelas 12 Agama MA Dafi

Suasana sore di pesantren Dafi putri lebih ramai dibandingkan dengan hari-hari biasanya, Ustadz Agus, Ustadz Angga, Ustadz Basuki, serta para asatidzah yang lainnya turut mempersiapkan …

Baca Lanjutannya →

Sambut Kedatangan Santri Baru, Wali Santri Dafi Terpuaskan!

Tahun ajaran baru 2022/2023 akan mulai bergulir pada tanggal 18 Juli 2022, seluruh santri baru Dafi Pesantren Al Quran Science jenjang SMP dan MA datang …

Baca Lanjutannya →

Coaching Akbar “Collaboration for Succes”, Kiat Dafi Sukseskan Sambut Santri Baru!

Masa tahun ajaran baru 2022/2023 akan segera dimulai pada tanggal 18 Juli 2022, tak terkecuali di SMP dan MA Dafi Pesantren Al Quran Science yang …

Baca Lanjutannya →
Scroll to Top