Dafi Praktikkan Merdeka Belajar Saat Belajar IPS

Praktik pembelajaran yang mengandalkan metode ceramah perlahan namun pasti mulai ditinggalkan. kegiatan pembelajaran itu mulai tergusur dengan model pembelajaran yang inovatif. Salah satunya yang sedang viral yaitu model pembelajaran merdeka belajar.

Dalam konteks model pembelajaran merdeka belajar, siswa diberi kebabasan untuk mengeksplorasi potensi diri dengan menggali sumber-sumber belajar secara mandiri sesuai dengan perkembangan zaman. Pusat informasi yang pada masa lalu tersentral pada guru, di saat ini terutama dalam model pembelajaran merdeka belajar, terdistribusi secara luas. Sumber belajar bisa dari sosial media, internet, teman, bahkan dari pengalaman siswa.

Hal itulah yang membuat model pembelajaran ini menarik untuk diterapkan. Model pembelajaran ini sangat efektif untuk melatih kreatifitas dan inisiatif siswa untuk berkembang dalam segi pemikiran dan kemandirian.

Guru-guru di Dafi banyak yang menggunakan model pemberalaran merdeka belajar untuk menunjang kesuksesan target pembelajaran. Salah satu guru dafi yang sangat aktif dalam menjalankan pembelajaran merdeka belajar adalah ustaz Anjas, Guru Pelajaran IPS.

Di salah satu bab pelajaran IPS mengenai produksi ustaz Anjas mendorong santri-santri Dafi kelas VII untuk berkreasi secara mandiri dalam menciptakan produk kuliner. Mereka diminta ustaz Anjas untuk menciptakan produk kuliner layak jual berbahan senderhana. Hasilnya tidak mengecewakan. Para santri Dafi mampu menjalankan tugas pelajaran IPS dengan baik.

Umar fathin Mufid salah satu santri kelas VII mengaku senang dengan metode belajar seperti ini. Ia merasa praktek-praktek pembelajaran seperti ini bisa membuatnya memahami bukan hanya teori tapi juga praktik. Fathin dan kawan-kawan sekelompoknya membuat inovasi produk berbahan pisang yang enak dan murah. Ia menamai produknya pisang goreng milenial enak gurih.

Baca juga: Khisan Sabilarahma Juara Harapan 2 Arabic Story Telling

Fathin menambahkan pembelajaran pembuatan produk kuliner dan menjualnya di dalam pondok telah membuatnya mempunyai pengalaman menjadi pengusaha. “Saya jadi tahu rasanya membuat produk, melayani pembeli, bahkan dikritik dan ditolak calon pembeli. Itu pengalaman yang luar biasa” tutup Fathin.

Bagikan Artikel ini:

WhatsApp
Telegram
Twitter
Facebook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel & Berita
Menarik Lainnya

Informasi seputar DAFI
  • Semua
  • Artikel
  • Berita
  • Fiqh & Ibadah
  • Kabar Dafi
  • MAIT
  • Pendidikan
  • SMPIT
  • Tahfidzh
  • Teknologi & Sains Qur'an
Semua
  • Semua
  • Artikel
  • Berita
  • Fiqh & Ibadah
  • Kabar Dafi
  • MAIT
  • Pendidikan
  • SMPIT
  • Tahfidzh
  • Teknologi & Sains Qur'an

Usaha dan Tawakkal, Marfu’ah Santri SMP DAFI Khatamkan 30 Juz Al Qur’an

Marfu’ah Alya Hamdani adalah santri kelas 9E yang merupakan santri DAFI ke – 312 yang berhasil menghafalkan 30 Juz Al Qur’an. Motivasi yang dibangun oleh ...
Baca Lanjutannya →

Hafalkan Per kata, Firyal Santri SMP DAFI Taklukkan 30 Juz Al Qur’an

Firyal Nadya Ulya santri putri kelas 9E SMP DAFI ini mengemukakan motivasinya. Firyal meyakini bahwa dengan memiliki khatam di SMP DAFI ini dapat membahagiakan kedua ...
Baca Lanjutannya →

Tebar Dakwah dan Kepemimpinan! DAFI Pesantren Al Qur’an Science Terjunkan 245 Da’i Muda ke Berbagai Daerah

            DAFI Pesantren Al Quran Science sangat memegang visi misinya dalam mencetak generasi Qurani yang tangguh di era globalisasi ini. Pondok Pesantren ini terletak di ...
Baca Lanjutannya →
Scroll to Top