Sidoarjo, 25 Oktober 2025. Gelaran tahunan DAFI Islamic Festival (DIFEST) kembali sukses memperkuat posisinya sebagai ajang kompetisi pendidikan dan dakwah terbesar di lingkup pelajar nasional. Pada tahun penyelenggaraan yang kedelapan ini, Organisasi Siswa Intra DAFI (OSIDAFI) menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih variatif dengan semangat menjembatani prestasi akademik, spiritualitas, serta pelestarian budaya Islam di Indonesia.
Dengan mengusung tema “Upholding Islamic principles, celebrating Indonesian culture”, DIFEST 8th menghadirkan pesan yang kuat bahwa kemajuan teknologi dan globalisasi seharusnya tidak menggeser jati diri bangsa. Tema tersebut menjadi pondasi dalam setiap aktivitas kompetisi maupun edukasi yang digelar, sehingga peserta tidak hanya beradu kemampuan, tetapi juga memperkuat karakter dan nilai-nilai keislaman dalam diri mereka.
Kehadiran tokoh penting dari lingkungan Kementerian Agama Jawa Timur turut menambah kehormatan dan kredibilitas penyelenggaraan kegiatan. Acara ini dihadiri oleh Bapak Dr. H. Abdul Wahid Evendi, M.Ag., selaku Katim Pendidikan Al Qur’an Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Jawa Timur. Selain itu, hadir pula Dr. Moh. Solehuddin, M.Ag., Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kabupaten Sidoarjo.
Keduanya menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi DIFEST dalam membangun ruang edukasi yang berkelanjutan, serta peran vital pesantren dalam mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Tujuan utama penyelenggaraan DIFEST 8th adalah memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan dan keahlian yang berkontribusi terhadap masa depan bangsa. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mengeksplorasi potensi pelajar muslim serta memperkuat ukhuwah islamiyah antarpeserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Antusiasme peserta mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 675 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti lomba tingkat nasional ini dan melalui proses seleksi ketat sehingga tersaring 105 peserta terbaik untuk melaju ke babak final. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Olimpiade MIPA, Olimpiade Pendidikan Agama Islam, Dai Muda, Storytelling, serta Poster.
Selain kompetisi, DIFEST 8th menghadirkan kegiatan edukatif. Acara utama diisi oleh Ust. Misbakhul Munir, S.Pd.I, M.M, yang memberikan materi bertajuk “Menjadi remaja tangguh dan berprinsip di era modernisasi dengan mempertahankan nilai Islam”. Peserta didorong untuk menguasai kecakapan abad 21 tanpa meninggalkan identitas moral, akhlak, serta budaya sebagai seorang muslim. Pesan tersebut menjadi bagian penting dari filosofi DIFEST sebagai festival edukatif yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan spiritualitas. Semoga DIFEST ke depan bisa lebih baik dan istiqomah mencetak generasi muslim berprestasi yang mampu menjaga prinsip Islam di tengah tantangan zaman.





