Sekolah Menengah Pertama Darul Fikri atau yang dikenal masyarakat sebagai SMP DAFI ini sangat fokus dalam membangun kepribadian santri yang berkarakter dan berkehidupan sehat setiap harinya. SMP DAFI yang beralamat di Jalan Baitul Mustaqim No 1 RT 14 RW 03 Desa Sarirogo Kabupaten Sidoarjo ini sukses menggelar acara berorientasi pada pembangunan karakter murid yang hidup sehat dan mandiri yang bernama GENESIS (Generasi Islam dengan Semangat 7 KAIH) dari tanggal 22 – 27 September 2025 di masing-masing pondok putra dan putri.
Kegiatan dimulai dengan pengelompokkan para santri dengan belajar memaknai kebiasaan 7 KAIH hingga siap menggelar pameran bazar makanan sehat serta kampanye poster 7 KAIH.
Riza Hary Agustin, S.Pd.,Gr. selaku Penanggung Jawab utama dalam kegiatan GENESIS ini menyampaikan bahwa tujuannya yaitu pembentukan karakter murid melalui pembangunan pembiasaan positif 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat). Ia juga menambahkan latar belakang kegiatan ini adalah karena ingin membiasakan santri memiliki karakter displin, mandiri, santri yang sehat dan kuat, santri yang gemar belajar, dan santri yg memiliki kepekaan sosial.
Riza mengatakan bahwa bekerjasama dengan guru mata pelajaran matematika, PAI, PPKN, B. Indonesia, B. Inggris, Informatika, IPA, dan PJOK yang merumuskan langkah kegiatan kokurikuler sesuai dengan tujuan yang sudah dirumuskan.
“Alhamdulillah karena murid kami juga santri di DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, mereka sudah terbiasa dengan kebiasaan 7KAIH”, tegasnya.
Riza menegaskan bahwa makna dari kebiasaan 7 KAIH ini adalah sesuatu yang sudah dilakukan dan sadar oleh para santri DAFI untuk bangun pagi dari pukul 03.00 agar mereka memiliki waktu yang lebih panjang untuk menyiapkan diri, serta mengatur waktu aktivitas mereka sesuai dg target harian yang sudah mereka tentukan.
Kepala SMP DAFI Uswatun Aisah, S.Pi.,M.Pd.,Gr. mengaku sangat berkesan bahwa kegiatan GENESIS benar-benar menjadi momen berharga bagi keluarga besar SMP DAFI Sidoarjo.
“Saya melihat semangat luar biasa dari anak-anak yang belajar membangun kebiasaan baik dari hal sederhana seperti disiplin waktu, menjaga kebersihan, hingga belajar empati dan peduli pada sesama”, tambahnya.
Uswatun berharap bahwa semoga semangat GENESIS terus menyala di hati para siswa, guru, dan orang tua. “Mari kita terus menumbuhkan budaya positif di sekolah — agar setiap langkah kecil anak-anak kita menjadi bagian dari perjalanan besar menuju generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan siap memimpin masa depan”, tandasnya.
Sebagai tindak lanjutnya, Riza mengatakan bahwa akan ada monitoring progress pembiasaan 7KAIH sampai menjadi karakter yang konsisten di lakukan.
“Monitoring tersebut melalui program breafing pagi oleh wali kelas dan kelompok SIP (santri Integrity Program)”, imbuhnya.





