MUTIARA HADITS 15 Mei 2020: KEUTAMAAN 10 MALAM TERAKHIR BULAN RAMADHAN

0
317

Oleh: Saifudin Yahya, Lc

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika memasuki sepuluh terakhir (dari Ramadhan), menghidupkan malam, membangunkan kelurganya, dan mengikat tali sarungnya.” HR. Muslim.

Pelajaran yang dapat diambil dari hadits di atas:
1) Semangat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beribadah khususnya ketika sudah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana juga disebutkan diriwayat berikut ini:
عَنْ عَائِشَةُ رضى الله عنها كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di sepuluh terakhir (bulan Ramadhan) bersungguh-sungguh tidak seperti bersungguh-sungguhnya pada lainnya.” HR. Muslim
2) Aktifitas yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lakukan dalam mengisi 10 malam terakhir ini adalah dengan menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah (shalat, tilawah, dzikir dll)
Berkata Muhammad bin Ali Ash Shiddiqy Asy Syafi’ie rahimahullah:
أحيا الليل) أي قامه بأنواع العبادات من الصلاة والذكر والفكر، أو أحيا نفسه بالسهر فيه
“Menghidupkan malam maksudnya adalah mengerjakan berbagai macam ibadah berupa shalat, dzikir, tafakkur atau menghidupkan dirinya dengan begadang di dalamnya.” Lihat kitab Dalil Al Falihin, 7/16.
3) Aktifitas lain yang beliau lakukan adalah membangunkan keluarga (istri dan anak) beliau yang sedang tidur agar melakukan ibadah. Didalam sebuah hadist (meskipun konteksnya umum) menyebutkan bahwa Rasulullah membangunkan keluarga beliau agar mereka mengerjakan shalat malam. ‘Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu meriwayatkan:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ طَرَقَهُ وَفَاطِمَةَ بِنْتَ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَام لَيْلَةً فَقَالَ أَلَا تُصَلِّيَانِ …الحديث
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi dirinya dan Fathimah, putri Nabi, pada suatu malam, seraya berkata: “Tidakkah kalian berdua mengerjakan shalat (malam) … “. [HR Al-Bukhâri dan Muslim].
4) Pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhi istri-istri beliau
المئزر الإزار وكَنى بشدّة عن اعتزال النساء . وقيل أراد تَشْميره للعبادة يقال شدَدْتُ لهذا الأمرِ مئزَرِي أي تَشَّمرتُ له
“Al Mi’zar artinya Al Izar (sarung), dan dikiaskan dengan kesungguhan menjauhi istri (tidak bergaul), dan dikatakan pula maksudnya adalah begadang untuk beribadah, disebut aku mengencangkan untuk perkara ini yaitu menguatkan untuknya.” Lihat kitab An nihayah fi Gharib Al Atsar, 1/94.

?????
Ayat Alquran & Hadist yang berkaitan dengan tema diatas:
1. 10 Malam terakhir adalah malam terbaik dalam kurun satu tahun karena didalamnya terdapat lailatul qadar yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5).
Malam qadr itu lebih baik dari seribu bulan (3). “Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (jibril) dengan izin tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (4)“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (5). QS Al Qadr 3-5.
2. Pengampunan dosa akan diperoleh bagi orang yang ikhlas dalam mengerjakan shalat pada lailatul qodar
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
3. Memperbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan Rasulullah SAW berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi)
4. Melaksanakan i’tikaf dimasjid jika memungkinkan. Akan tetapi jika tidak memungkinkan dikarenakan pandemi covid-19 maka meniatkan i’tikaf dimasjid Insya Allah akan tetap mendapatkan pahala i’tikaf meskipun pelaksanaan ibadah di rumah karena niat yang kita lakukan.
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Memastikan melaksanakan shalat isya, dan shubuh dalam keadaan berjamaah meski pelaksanaanya dirumah khususnya dalam kondisi pandemi covid-19
Imam Syafi’i didalam qoul qodim (perkataan lama beliau) berkata:
مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.”( Lathaif Al-Ma’arif, hal. 329).
6. Melaksanakan shalat tarawih sampai tuntas bersama imam meski pelaksanaannya dirumah khususnya dalam kondisi pandemi covid-19 ini.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”HR Ahmad dan Tirmidzi

Baca juga: Indonesia Mengaji DAFI-DQ Menginternasional, Dihadiri Peserta dari 4 Negara

Semoga kita mendapatkan kemuliaan dan keutamaan lailatul Qadar setiap tahunnya sebagaimana yang telah Allah Ta’ala dijanjikan.Aamiin

والله أعلم بالصواب

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh.
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin
Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah…
•┈◎❅❀❦?❦❀❅◎┈•

? BIDANG DAKWAH
PONDOK PESANTREN TAHFIDZ ALQURAN DARUL FIKRI SIDOARJO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here