MUTIARA HADITS 10 April 2020: KEUTAMAAN BERINFAQ

0
6397

Oleh: Ustadz Saifudin Yahya, Lc
عن أَبي هريرة – رضي الله عنه: عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأ بِمَنْ تَعُولُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنىً، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ». رواه البخاري.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : Tangan diatas itu lebih baik dari tangan dibawah. Dan mulailah dengan orang yang menjadi keluargamu. Dan sebaik-baik sedekah ialah yang diberikan di luar keperluan. Dan barangsiapa yang menahan diri (dari meminta-minta), maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya Dan barangsiapa yang merasa kaya (terhadap ada yang ada), maka Allah akan membuatnya kaya.” (Riwayat Bukhari)

Pelajaran yang dapat diambil dari hadits di atas:
1. Anjuran untuk selalu menjadi pribadi yang terbaik, khususnya dalam hal memberi. Karena orang yang memberi kedudukannya lebih mulia dibandingkan orang yang meminta
2. Infaq yang terbaik adalah infaq yang diberikan seseorang kepada orang yang menjadi tanggungjawabnya yaitu keluarganya untuk kebutuhan sandang pangan papan dan pendidikan mereka
3. Sebaik – baik sedekah adalah sedekah yang dikeluarkan seseorang setelah ia mencukupkan untuk kebutuhan keluarganya
4. Orang yang bisa menahan diri dari meminta-minta maka Allah akan cukupkan harta yang ia miliki untuk kebutuhannya
5. Orang yang merasa dirinya kaya (qona’ah) terhadap apa yang Allah berikan kepadanya maka Allah akan cukupkan kebutuhannya .

?????
Ayat Alquran & Hadist yang berkaitan dengan tema diatas:

1. Cara mendistribusikan infaq
يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.QS Al Baqarah:215

2. Perintah untuk berinfaq baik untuk orang yang kaya maupun orang yang miskin sesuai kemampuan mereka masing-masing

قالَ تَعَالَى: {لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللهُ لا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ مَا آتَاهَا} (الطلاق: 7)
Allah Ta’ala berfirman : “Hendaklah orang yang mampu itu memberikan nafkahnya sesuai dengan kemampuannya dan barangsiapa yang terbatas rezekinya, maka hendaklah memberikan nafkahnya sesuai dengan pemberian Allah kepadanya. Allah tidak memaksakan kepada seseorang melainkan sesuai dengan karunia yang diberikan olehNya kepada orang itu.” (QS At Thalaq: 7)
3. Setiap apa yang diberikan kepada keluarga meskipun sesuatu yang remeh tetap terhitung pahala jika dilandasi ikhlas karena Allah SWT
عن سعد بن أَبي وقاص – رضي الله عنه -: أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ لَهُ: «وإنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ في فيِّ امرأتِك». مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Sa’ad bin Abu Waqqash r.a. , bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya: “Sesungguhnya engkau tiada menafkahkan sesuatu nafkahpun yang dengannya itu engkau mencari keridhaan Allah, melainkan engkau pasti diberi pahala karena pemberian nafkahmu tadi, sampaipun sesuatu yang engkau jadikan untuk makanan mulut istrimu.” (Muttafaq ‘alaih)
4. Setiap hari malaikat mendoakan baik kepada orang yang berinfaq atau yang enggan berinfaq
عن أَبي هريرة – رضي الله عنه: أن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ إلاَّ مَلَكانِ يَنْزلاَنِ، فَيقُولُ أحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ مُمْسِكًا تلَفًا». مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Tiada suatu haripun yang semua hamba Allah berpagi-pagi pada hari itu, melainkan ada dua malaikat yang turun (kebumi), yang satu berkata: “Ya Allah, berikanlah kepada orang yang memberikan nafkah akan gantinya,” sedang yang lainnya berkata: “Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan hartanya dan enggan menafkahkan menjadi habis sama sekali.” (Muttafaq ‘alaih)

والله أعلم بالصواب
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh.
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin
Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah…
?????

? BIDANG DAKWAH
PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI SIDOARJO

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here