Sidoarjo, 13 September 2026 — Upaya menjaga hafalan Al-Qur’an terus dilakukan oleh Santri MA DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Pada 12–13 September 2026, para santri mengikuti Khatmul Quran Bil Ghaib 30 Juz yang berlangsung di Masjid Nabawi DAFI Pesantren Al-Qur’an Science.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepengasuhan Putra DAFI Pesantren Al-Qur’an Science ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kualitas hafalan santri. Para santri MA DAFI memperdengarkan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz secara bil ghaib dengan didampingi oleh para asatidz DAFI.

Tidak sekadar menjadi kegiatan tasmi’, Khatmul Quran Bil Ghaib juga menjadi ruang evaluasi bagi para santri terhadap hafalan yang telah mereka miliki. Bagian hafalan yang masih kurang dapat diperbaiki, sementara hafalan yang telah baik terus dipertahankan dan dikuatkan agar semakin mutqin.
Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk membangun lingkungan pesantren yang dekat dengan Al-Qur’an. Interaksi yang intens dengan Al-Qur’an diharapkan dapat membentuk kebiasaan santri untuk terus membaca, menghafal, murajaah, dan menjaga hafalannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta, Muhammad Akira Qolbi, santri kelas 11 MA DAFI, menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan Khatmul Quran Bil Ghaib dapat memberikan dampak terhadap kualitas hafalan para santri.
“Semoga dengan kegiatan ini hafalan kami para santri semakin mutqin, sehingga membawa keberkahan untuk kami semua,” ungkap Muhammad Akira.

Hal senada disampaikan Ust. Sugiarto, S.Pd., S.H., selaku Kepala Kepengasuhan Putra DAFI. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepengasuhan dalam membiasakan santri untuk hidup dekat dengan Al-Qur’an.
“Ini adalah ikhtiar kami untuk membiasakan para santri dengan Al-Qur’an,” jelas Ust. Sugiarto.
Ia menambahkan bahwa Khatmul Quran Bil Ghaib 30 Juz ke depan direncanakan menjadi kegiatan rutin bulanan. Tidak hanya menyasar santri MA, kegiatan ini juga diharapkan dapat dikembangkan dan diikuti oleh santri SMP DAFI.
Dengan demikian, kegiatan Khatmul Quran Bil Ghaib tidak berhenti pada capaian khatam 30 juz, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan budaya Al-Qur’an di lingkungan DAFI. Hafalan yang telah diperoleh terus dijaga dan dievaluasi, sehingga santri tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaganya sepanjang perjalanan mereka.





