Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren di Sidoarjo. Di tengah ketatnya persaingan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, santri Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri (DAFI) Pesantren Al-Qur’an Science Sidoarjo justru mencetak prestasi gemilang yang tak hanya akademik, tetapi juga sarat nilai spiritual.
Sebanyak 19 santri dan santriwati MA DAFI berhasil lolos SNBP 2026 ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).
Mereka telah lulus ujian hafalan Al-Qur’an (6-30 juz) dengan rata-rata nilai istimewa 91.53 dengan penguji juara Lomba Tahfidz Nasional dan Internasional sekaligus ulama penjaga Al Qur’an yg telah diakui dunia ” Dr. KH. Mudawi Maarif, Lc, M.H.I, Al Hafidz
Dari jumlah tersebut, tujuh nama mencuri perhatian karena capaian luar biasa: diterima di ITS, UB, UNESA, sekaligus sebagai penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Mereka adalah Chikafitria Azzahra Nur Firdaus, santri yang diterima di program studi S1 Teknik Pangan ITS, Fikri Tri Ardiansyah yang lolos di S1 Teknologi Informasi ITS, Tabina Farzana S1 Sains Data ITS, Istiqomatul Istianah S1 Ilmu Aktuaria UB, Muthiatul Khoiriyah S1 Pendidikan Dokter Hewan UB, Keysa Aurora S1 Bisnis Digital UNESA, serta Hasya Fatoroniy S1 Psikologi UNESA
Beberapa santri tersebut memiliki prestasi istimewa, Chikafitria seorang penerima beasiswa yatim yang telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Sementara Fikri dikenal sebagai hafidz 30 juz mutqin dengan hafalan yang kuat dan terjaga.
Kepala MA Darul Fikri Sidoarjo, Angga Wahyu Wardhana, SS., M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri. Ia menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi akademik, melainkan juga keberkahan dari proses panjang pembinaan.
“Ini sangat spektakuler. Yatim, hafal 30 juz, lalu diterima di ITS. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga keberkahan,” ujarnya.
Menurut Angga, atas izin Allah SWT capaian ini menjadi bukti bahwa ketekunan, disiplin, dan kekuatan spiritual mampu berjalan beriringan dengan prestasi akademik tinggi.
“Alhamdulillah atas izin Allah SWT, Ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen bersama antara santri, guru, dan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas pembinaan agar lahir lebih banyak santri berprestasi, baik secara akademik maupun spiritual,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu santri yang lolos, Fikri Tri Ardiansyah, mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari motivasi untuk meraih masa depan lebih baik serta membahagiakan orang tua.
“Motivasi saya sederhana, ingin membahagiakan orang tua dan meraih masa depan yang lebih baik. Saya juga berkomitmen untuk terus menjaga hafalan 30 juz Al-Qur’an, mengamalkan nya, agar tetap mutqin dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Keberhasilan para santri ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tinggi.
Justru, kekuatan karakter yang dibangun melalui hafalan Al-Qur’an mampu menjadi fondasi utama dalam membuka jalan menuju masa depan gemilang.





