Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo ini telah sukses menyelenggarakan sebuah acara yang menggunggah rasa semangat dan antusias yang luar biasa.
Pondok Pesantren ini memiliki dua unit sekolah SMP DAFI Sidoarjo dan MA DAFI Sidoarjo. Lalu, pesantren ini berlokasi di dua tempat yaitu Pondok Putra di Jalan Putera Bangsa No. 1 Desa Anggaswangi Kec. Sukodono, dan Pondok Putri berada di Jalan Baitul Mustaqim No. 1 RT 14 RW 03 Desa Sarirogo Kec. Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo.
DAFI Pesantren Al-Qur’an Science Sidoarjo sukses menggelar sebuah acara yang sesuai dengan visi salah satunya adalah “Berkompetensi Global” yang bernama Liqoul Maftuh DAFI Pesantren Al-Qur’an Science 2025 bersama Syaikh Husain Ali Barahmah Al Makky. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 di dua tempat pondok putra dan putri yang telah sukses digelar.
Eli Rohmawati, S.Pd.I.,M.Pd.,Gr. mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Liqoul Maftuh sesi pertama di pondok putri dari pukul 08.00 – 09.30 WIB. Ia memberitahukan langkah strategisnya adalah menyiapkan kegiatan dengan koordinasi bersama tim panitia.
“Segala kebutuhan teknis, kami juga melakukan briefing sebelumnya agar santri memahami bahwa kegiatan ini bukan sekadar mendengarkan, tetapi juga menjadi ajang untuk berinteraksi langsung dengan native speaker”, imbuhnya. Eli juga menanggapi suksesnya kegiatan sangat bersyukur kegiatan ini berlangsung lancar walau masih ada sedikit hal yg kurang sempurna, kegiatan ini memberikan dampak yang luar biasa.
“Syaikh Husain Ali Barahmah menyampaikan materi dengan bahasa Arab yang fasih dan penuh semangat tentang pentingnya bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, terutama dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an”, tandasnya.
Seperti yang dilansir oleh kontributor enews.id, Eli menguatkan bahwa rasa antusiasme para santri putri SMP dan MA DAFI sangat tinggi dan hal itu terbukti santri tetap fokus dan menikmati jalannya acara. Hal yang membanggakan, ketika Syaikh melontarkan pertanyaan langsung dalam bahasa Arab, banyak santri yang spontan menjawab tanpa menunggu terjemahan.
“Hal menarik terjadi pada kegiatan di pondok putri adanya interaksi langsung antara Syaikh dan santri dalam bahasa Arab. Suasana menjadi hidup dan penuh semangat”, tegasnya. Sehingga pada momen ketika santri menjawab pertanyaan atau mencoba bertanya dengan bahasa Arab menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak hanya memahami, tetapi juga berani mempraktikkan apa yang telah dipelajari.
“Saya merasa sangat haru, bangga, dan bersyukur. Melihat santri berani berbicara langsung dengan Syaikh dalam bahasa Arab adalah capaian yang luar biasa. Ini bukan hanya kegiatan motivasi, tetapi juga praktik nyata pembelajaran bahasa yang menghidupkan suasana pesantren”, ujar Eli.
Setelah dari pondok putri, Syaikh Husain Ali Barahmah melanjutkan kegiatannya di Pondok DAFI Putra.
Ketua Panitia di Pondok Putra, Didik Suhartono, Lc. menyampaikan bahwa latar belakang dari kegiatan ini diselenggarakan adalah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, sekaligus untuk menumbuhkan semangat santri agar makin cinta dan bangga dengan Bahasa Arab. Ia menambahkan bahwa tujuan kegiatan tersebut yaitu santri bisa berinteraksi langsung dengan native speaker, menambah semangat belajar Bahasa Arab, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam berbicara Bahasa Arab.
“Kami menyiapkan tempat, perlengkapan acara, penerjemah, moderator, dan juga koordinasi dengan pihak pondok supaya semuanya berjalan lancar dan tertib”, imbuhnya.
Ada suatu momen yang sangat menarik terjadi pada kegiatan di pondok putra tersebut. Syaikh Husain Ali Barahmah Al Makky telah mengkukuhkan para santri DAFI menjadi seorang Imam Masjid Nabawi DAFI Anggaswangi.
“Momen ini berkesan banget dan jadi kebanggaan tersendiri bagi semua santri Pondok Putra”, ujar Didik.
Mudir DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, Agus Hariadi, S.Pd.I., Al Hafizh mengaku syukur Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan para santri juga antusias mengikuti kegiatan. “Semoga Allah memberikan kebaikan dan keberkahan untuk DAFI dengan acara ini”, imbuhnya.
Agus Hariadi berharap semoga kegiatan ini semakin memotivasi santri dalam belajar Al Qur’an, ilmu syari’ah dan Bahasa Arab sehingga menjadi bekal melanjutkan studi di Timur Tengah khususnya di Mekah dan Madinah. “Kemudian para santri bisa lulus serta mengabdi kepada Agama Islam dan Bangsa Indonesia”, ujarnya.





