Sekolah Menengah Pertama Darul Fikri yang dikenal dengan sebutan SMP DAFI ini melakukan langkah strategis dalam melindungi para santrinya tentang dampak dan bahaya dari Narkoba. Sekolah yang beralamat di Jalan Baitul Mustaqim No 1 RT 14 RW 03 Desa Sarirogo Kabupaten Sidoarjo ini terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra eksternal, salah satunya adalah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo.
BNN Kabupaten Sidoarjo telah melaksanakan kerja sama dengan beberapa sekolah jenjang SMP, SMA dan juga lembaga kampus. Diantaranya adalah MA Progresif Bumi Sholawat, SMP Negeri 2 Jabon, SMP Negeri 1 Candi, SMP Negeri 5 Sidoarjo, SMA – SMP Singapore Nasional Academic, SMP Negeri 2 Krian, SMP Hang Tuah 5 Sidoarjo, SMP Negeri 1 Taman dan SMP DAFI Sidoarjo.
Pada tanggal 25 September 2025 lalu, seluruh sekolah dan kampus mitra diundang untuk menghadiri dalam acara proses penandatanganan kerja sama (PKS) di Ruang Media Center BNN Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN Bapak Kombes. Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Gatot menyampaikan bahwa narkoba bagi pengguna itu bertujuan untuk mencari cuan (uang) sebanyak-banyaknya hingga triliunan rupiah. Ia menambahkan bahwa ini menjadi pekerjaan kita semua sebagai pendidik maupun penegak hukum untuk mencari cara penanganan yang solutif.
“Tantang terbesar kami sebagai BNN adalah SDM dan peralatan yang memerlukan upgrade agar bisa hadapi masalah ini, sehingga mau atau tidak kita harus perkuat komitmen dan mengamankan anak sekolah dari bahaya narkoba”, imbuhnya.
Usulan Kombes Pol. Soegeng adalah dengan adanya kurikulum sekolah yang terintegrasi terkait materi BNN masuk dalam bagian KBM di sekolah. Ia menguatkan juga bahwa akan ada silabus digital yang dimiliki. “Hal ini harus ada motor penggerak dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk mengintegrasikan silabus BNN dalam pembelajaran tentang bahaya narkoba”, tegasnya.
Kepala SMP DAFI Uswatun Aisah, S.Pi., M.Pd.,Gr. mengaku sangat bersyukur dan bangga karena SMPIT Darul Fikri Sidoarjo dipercaya menjadi bagian dari program kerja sama dengan BNN. Ia menambahkan bahwa proses penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi sekolah dalam memperkuat komitmen kami terhadap pembinaan karakter dan perlindungan peserta didik dari bahaya narkoba.
“Kerja sama ini juga menunjukkan keseriusan kami dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika”, tandasnya.
Uswatun berpandangan bahwa kerja sama ini sebagai langkah strategis dan preventif dalam membentengi peserta didik dari pengaruh negatif narkoba. Melalui MoU, sekolah memiliki dasar hukum dan arah kerja yang jelas untuk bersinergi dengan BNN.
“Ini bukan hanya bentuk kerja sama administratif, tetapi juga wujud tanggung jawab moral dan sosial sekolah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter Islami”, imbuhnya.
Harapannya adalah kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukatif, seperti sosialisasi, pelatihan, pembinaan karakter, dan pembentukan kader siswa anti-narkoba.
“Saya juga berharap BNN dapat terus mendampingi sekolah dalam upaya pencegahan dan pemberdayaan siswa agar menjadi generasi Qur’ani yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menjadi duta anti-narkoba di lingkungan sekitarnya”, tegasnya.





