Aspek pengmbangan skill dan potensi dewan guru memang sangat diperhatikan di Dafi. Selain diberikan pelatihan dan kursus untuk mengembangkan potensi diri, guru-guru didafi juga dibukakan pintu selebar-lebarnya untuk ikut konferensi tingkat internasional. Salah satu guru yang punya jam terbang tinggi dalam hal pembuatan jurnal ilmiah dan ikut konferensi internasional adalah ustazah Yuni Yuliani, SP.d, M.Tesol.
Ustazah yang akrab disapa yuni ini adalah alumni beasiswa LPDP Australia. Ia adalah pengajar pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Dafi. Ia berkesempatan mengikuti Sout East ASEAN Conferen on Education yang diselenggarakan oleh Internasional Academic Forum pada 7-9 Februari 2020.
Baca Juga: GLP dan Cerita-Cerita yang Menyertainya
Kesempatan ini ustazah Yuni dapatkan setelah jurnal penelitianya lolos seleksi untuk ikut diacara konferensi tersebut. Ia menulis penelitian dengan judul The Use Of Western Teaching Resource: Javanese Muslim EFL Teacher’s Perseption and Negotitation of Cross-Cultur Values Including Moral Education.

Konfrensi yang diadakan di Singapor Expo and Convention Center ini menghadirkan akademisi dari berbagai negara untuk melakukan sharing terkait masa depan penelitian di berbagai bidang. Sharing ini nantinya akan dupublikasikan dalam jurnal-jurnal ilmian berskala internasional.
Baca Juga: WAKAF PEMBEBASAN LAHAN
Dilansir melalui media sosial, Ustazah Yuni merasa senang mengikuti konfrensi ini. Ia bersama Azam, putra kecilnya bisa memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan terutama kebudayaan dan Bahasa. Semoga ilmu dan pengalaman dari negeri singa itu bisa segera diaplikasikan di pondok kita tercinta. Semoga guru-guru lain dan santri-santri Dafi bisa segera mengikuti jejak Ustazah Yuni untuk ikut konferensi internasional. Amin





