TORSI, MENANTANG REVOLUSI INDUSTRI DENGAN HATI

By : Muchdhori Ichwan, S.Pd. – SMP IT DARUL FIKRI SIDOARJO

Hidup adalah sebuah pilihan, tapi hati bukan untuk dipilih. Menjadi guru sebagian besar bukanlah menjadi pilihan utama mahasiswa pendidikan calon guru. Dikutip dari republika.com menyebutkan bahwa 87% mahasiswa mengaku salah jurusan. Bukan tidak mungkin salah satunya adalah mahasiswa pendidikan. Hati mereka belum sepenuhnya terpaut pada dunia pendidikan dan sistemnya yang masih kabut. Bagaimana Pendidikan bergairah, jika pendidikan calon guru masih setengah-setengah. Yang tua tidak mau kalah. Dikutip dari pikiran-rakyat.com diakses 29 Oktober 2021 mengatakan bahwa Guru yang memiliki kompetensi di atas rata-rata atau lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) dengan nilai minimal 80 tidak lebih dari 30 persen. Data tersebut menggambarkan sekitar 70 persen guru kurang berkompeten telah mengajar di Indonesia. Guru adalah modal utama, motor penggerak peradaban bangsa akan dibawa kemana.

Guru itu tidak sekadar transfer ilmu, guru dalam kelas adalah nyawa, mengantar siswa menjelajahi cakrawala, tidak sekadar kesesuaian materi dan RPP saja, tapi bagaimana siswa bisa mengetahui dan menemukan solusi dari setiap masalah, Efektivitas strategi pembelajaran dan penggunaan media adalah bahan bakar utama, peran guru mengeskplorasi materi dan merangsang siswa adalah mesinnya. Dengannya pembelajaran lebih bermakna.

Pembelajaran ideal banyak tantangannya, apalagi di zaman dunia maya, mulai dari gurunya, siswanya, hingga sistemnya. Dunia mulai berubah, menuju era revolusi industri 4.0 yang tak terhingga, banyak aspek yang harus berpindah, agar tidak tergerus zaman katanya. Pendidikan salah satu korbannya, segala yang sudah ada tak pelak harus berbenah, menyiapkan siswa mengahadapinya adalah intinya. Arus informasi dan teknologi mengalir derasnya, masuk dalam setiap celah kelas kita, membawa dampak baik buruknya, kita tidak bisa membendungnya, menyambut dan mewadahinya menjadi tugas baru kita.

Revolusi Industri 4.0 adalah tantangan besar guru Indonesia, Mengutip pernyataan Jack Ma dalam World Economic Forum menyebut pendidikan sebagai tantangan besar abad kita (Asmara: 2018). Guru di kelas sebagai sumber ilmu utama akan bergeser perannya, dengan teknologi dan sistem informasi yang lebih canggih dan tahu segalanya. Pernah dengar celetuk tanya, buat apa kita sekolah, jika Mbah Google bisa memberi tahu semua. Banyak hal positif yang 4.0 bawa, tapi negatifnya lebih berbahaya. Dia bisa memberi kita segalanya, tapi tidak dengan karakter yang lebih kekal nyawanya.

Pembelajaran Abad 21 namanya, dihembusakan agar jadi solusi harapannya. Punya empat jurus jitu: Menekankan pada berpikir kritis dan pemecahan masalah, cakap komunikasi, kreativitas dan inovasi, serta kemampuan berkolaborasi. Tidak lupa literasi jadi perantaranya, jembatan menuju siswa yang berkarakter, kompeten, dan literat.

Kedahsyatan jurus tidak akan berhasil tanpa ada motivasi dari dalam siswa sebagai subjek pelakunya. Jurus di atas tidak bisa tepat mengenai sasaran jika subjek belum tahu mengapa dan untuk apa jurus itu akan digunakan. Kesadaran tingkat tinggi siswa penting untuk ditumbuhkan, inilah tugas pertama dan utama guru yang wajib dilakukan, sembari belajar jurus lain yang menjadi perhatian. Menumbuhkan kesadaran tidak mudah, butuh waktu dan aksi jitu. Setiap siswa adalah berprestasi, juga siap berkompetisi, sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki, disini peran guru dan orang tua menjadi kunci. Sejatinya pemberdayaan siswa dalam menemukan efetivitas belajar yang sesuai bisa dicari, teknik TORSI atau tutor siswa (student coach) bisa jadi solusi.

TORSI atau student coach merupakan praktik pendekatan untuk menggali potensi siswa yang belum banyak diterapkan di sekolah. Menurut Andri Yulianto dalam gurusiana yang diakses 31 Oktober 2019 mengatakan bahwa model pendekatan tutor siswa bisa berdampak pada efektivitas belajar, percaya diri, kerja sama tim, tanggung jawab, dan kemadirian siswa. Dengan pertanyaan mendasar apa, mengapa, dan bagaimana, siswa diajak untuk sadar akan potensinya dan siap menggali dan mengembangkannya melalui rencana aksi tindak lanjut.

Era revolusi industri yang menawarkan segala rupa, membuat siswa berada dalam kebingungan yang nyata, dampak negatif yang dibawa bisa memengaruhi aspek karakternya. Disini TORSI mengambil aksi nyata, meminimalisir dampak negatif dari 4.0 era. Dengan diskusi dan stimulasi, siswa diajak untuk mencapai tujuan tertentu dalam proses belajarnya, harapannya siswa menemukan jalan untuk berprestasi, dalam rencana aksi tindak lanjut yang disepakati dengan diri sendiri, menjauhi racun revolusi industri, dari sini kesadaran tinggi akan muncul, jika sudah demikian, penguasaan materi dan tujuan pembelajaran dalam genggaman.

Dalam penerapan TORSI, guru dan orang tua menjadi aktor inti. Sebagai tutor (coach), kriteria keberhasilan guru bukanlah sebatas ketuntasan KBM, memberdayakan siswa hingga mencapai tujuan atau goal yang ditetapkan adalah perjalanan penuh tantangan yang harus diselesaikan. Disini peran apresiasi yang juga menjadi bagian dalam coaching sangat penting. Segala pencapaian siswa harus disadari guru sebagai tahapan siswa dalam mencapai golnya, apresiasi adalah obat ampuh menumbuhkan semangat siswa untuk tetap melangkah.

TORSI membutuhkan waktu dan tenaga guru yang luar biasa, untuk hasil optimal baiknya dilaksanakan di tahun pertama siswa masuk atau di awal tahun ajaran. Pemetaan adalah hal penting yang tak boleh dilewatkan, menetapkan tujuan di awal akan memudahkan langkah ke depan. Melalui TORSI, target prestasi belajar yang akan dicapai bisa dituangkan dalam aksi tindak lanjut yang nantinya bisa dikawal bersama. Pengawalan aksi tindak lanjut dilaksanakan secara berkala dalam diskusi kreatif yang indah, segala kendala dicari terobosan bersama, semua tidak terasa berat karena kesadaran tinggi akan kebutuhan ini telah tumbuh.

Semangat dan ketekunan dalam proses TORSI adalah sisi lain yang tidak bisa dipisahkan dan menjadi faktor penting. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dituangkan oleh Angela Duckworth (2016) dalam bukunya GRIT yang mengatakan bahwa orang yang memiliki semangat dan ketekunan atau ketabahan dalam melakukan sesuatu cenderung lebih sukses dalam mencapai prestasi dari pada orang yang sudah memiliki potensi alami (bakat) tapi tidak dibarengi dengan ketekunan. Mengawal ketekunan siswa dalam proses TORSI inilah yang menjadi tugas guru.  Tantangan Guru dalam 4.0 tidak sekadar menyiapkan apa yang ada dan digunakan oleh guru, sekolah, dan orang tua. Menumbuhkan kesadaran siswa akan apa yang sedang dihadapi dalam era ini dan bagaimana cara menghadapinya adalah hal yang lebih utama. Mengantarkan siswa meraih prestasi belajar dan mencapai tujuan pembelajaran dengan kesadaran diri tidak mudah. TORSI adalah solusi masa kini. Lika-likunya adalah proses yang harus dinikmati. Sistem pendidikan yang baik, guru yang profesional, media dan strategi pembelajaran yang menyenangkan tidaklah berarti, jika siswa tidak tahu untuk apa semua nanti. Disini guru hadir memberi arti, meminimalisir era 4.0 yang menawarkan fantasi, mengarahkan dan mendampingi dengan TORSI, pembelajaran terarah dan sampai hati, menuju tujuan pendidikan Indonesia yang bemutu tinggi. insyaAllah.

DAFTAR PUSTAKA

Asmara, Yeni. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah Di Era Revolusi Industri 4.0. Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah Di Era Revolusi Industri4, 216-227

Duckworth, A. (2016). Grit: Kekuatan Passion dan Kegigihan (Vol. 234). New York: Scribner

Murdaningsih, Dwi. 2019. 87 Persen Mahasiswa Mengaku Salah Pilih Jurusan. https://republika.co.id/berita/pmjuhw368/87-persen-mahasiswa-mengaku-salah-pilih-jurusan diakses 29 Oktober 2021 Pukul 15.24 WIB

Seftiawan. Dhita. 2019. https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01317844/70-guru-tidak-kompeten. Diakes 29 Oktober 2021 Pukul 18.20 WIB

Yulianto, Andri. 2019. https://www.gurusiana.id/read/andriyuliantosm2018/article/student-coaching-model-mengenal-pendekatan-mutakhir-coaching-dalam-dunia-pendidikan-2953087. Diakses 29 Oktober 2021 Pukul 19.03 WIB

Bagikan Artikel ini:

WhatsApp
Telegram
Twitter
Facebook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel & Berita
Menarik Lainnya

Informasi seputar DAFI
  • Semua
  • Artikel
  • Berita
  • DAFI's Announcement
  • Fiqh & Ibadah
  • Kabar Dafi
  • MAIT
  • Pendidikan
  • SMPIT
  • Tahfidzh
  • Teknologi & Sains Qur'an
Semua
  • Semua
  • Artikel
  • Berita
  • DAFI's Announcement
  • Fiqh & Ibadah
  • Kabar Dafi
  • MAIT
  • Pendidikan
  • SMPIT
  • Tahfidzh
  • Teknologi & Sains Qur'an

Inspiratif! Alumni Hafizah 30 Juz DAFI Pesantren Al Quran Science Sukses Tembus Negeri Kanguru

Adissya Elma Fitriyah adalah seorang mahasiswi dari salah satu kampus negeri di Surabaya yakni Universitas Negeri Surabaya telah sukses menembus luar negeri. Alumni yang berasal ...
Baca Lanjutannya →

SURAT PEMBERITAHUAN BUKU SMP & MA DAFI PESANTREN AL QURAN SCIENCE TAHUN AJARAN BARU 2024 – 2025

Baca Lanjutannya →

JOB VACANCY DAFI PESANTREN AL QURAN SCIENCE SIDOARJO

DAFI Pesantren Al Qur’an Science Sidoarjo membuka lowongan kerja dengan posisi sebagai berikut : Persyaratan Umum : Kirimkan CV dan Berkas Lamaran ke : darulfikrihrd@gmail.com ...
Baca Lanjutannya →
Scroll to Top