MUTIARA HADITS, Jumat , 21 Februari 2020 KEUTAMAAN SHALAT

0
1204
Sumber foto: Mutiara (https://damniloveindonesia.com)

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – قَالَ: سَمِعْتُ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقول: «أرَأيْتُمْ لَوْ أنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرنهِ شَيْءٌ؟» قالوا: لا يَبْقَى مِنْ دَرنهِ شَيْءٌ، قَالَ: «فَذلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الخَطَايَا». متفقٌ عَلَيْهِ.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullaha SAW bersabda: “Bagaimana menurut kalian kalau ada sungai yang mengalir di pintu rumah salah seorang dari kalian kemudian dia pun mandi di sungai tersebut 5 kali dalam sehari semalam, apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?” Para sahabat berkata, “Tidak akan tersisa sedikit pun dari kotoran di tubuhnya.” Rasulullah bersabda, “Demikianlah perumpamaan shalat 5 waktu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menghapuskan dosa-dosa dengan shalat 5 waktu tersebut.”.” HR Muttafaqun ‘Alaih.
Pelajaran yang dapat diambil dari hadits di atas:
1. Keutamaan shalat fardhu (lima waktu) yaitu menghapuskan dosa-dosa/kesalahan-kesalahan
2. Maksud dari dosa/kesalahan ini adalah dosa-dosa kecil bukan dosa besar. Sebagaimana diterangkan di hadist lainnya:
أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغشَ الكَبَائِرُ». رواه مسلم
Bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Shalat lima waktu, Jum’at yang satu sampai Jum’at yang lain, adalah sebagai -penghapus- dosa antara semuanya – antara waktu yang satu dengan waktu yang berikutnya-, selama tidak dikerjakan dosa-dosa yang besar.” (HR. Muslim)
3. Untuk dosa-dosa besar tidak cukup dilebur dengan shalat fardhu, dosa besar bisa dilebur dengan cara bertaubat nasuha
4. Rasulullah s.a.w sebagai mu’allim/guru bagi para sahabatnya memberikan contoh kepada kita agar ucapan kita mudah dipahami oleh orang lain yaitu dengan cara memberikan ilustrasi/gambaran yang mudah dicerna agar mereka memahami apa yang kita maksud


Ayat Alquran & Hadist yang berkaitan dengan tema diatas:

1. Ibadah shalat bisa menjauhkan pelakunya dari tindakan keji dan mungkar
قَالَ الله تَعَالَى: {إنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ} العنكبوت: 45
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari keburukan dan kemungkaran.” (al-‘Ankabut: 45)
2. Membimbing keluarga menjadi keluarga yang ahli shalat
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa [Q.S Thaha:132]
3. Memohon kepada Allah agar dijadikan orang yang ahli shalat hingga anak cucu
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Artinya; “Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.”(Q.S Ibrahim:40)
4. Shalat diawal waktu adalah termasuk amalan yang utama
عَنْ أُمِّ فَرْوَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ فِى أَوَّلِ وَقْتِهَا »
Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol/utama. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426)
5. Amal yang pertama kali dihisab adalah shalat
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 413, ia mengatakan hadits tersebut hasan.)
والله أعلم بالصواب
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh.
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin
Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah…

? BIDANG DAKWAH
PONDOK PESANTREN TAHFIDZ ALQURAN DARUL FIKRI SIDOARJO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here