Menarik! Upgrading Guru Mengajar Gaya Motivator

0
58
Upgrading-Guru-Dafi

republika.co.id. Hari Sabtu (18/9) adalah hari yang spesial bagi para guru NUFI (Nurul Fikri) dan DAFI (Darul Fikri) Sidoarjo karena ada sebuah acara yang menarik untuk didengarkan dan diresapi. Kegiatan yang menyalakan semangat mengajar dari seorang motivator yang telah dua puluh tahun menggeluti dunia pendidikan. Motivator itu bernama H. Aris Ahmad Jaya, DVM., M.M.

Acara ini diinisasi dan diselenggarakan oleh NUFI Global Quranic School dan bekerjasama dengan DAFI Pesantren Al Qur’an Science untuk menggelar program Upgrading Guru yang luar biasa dimana bertujuan untuk menambah wawasan menjadi Guru Yang Menyenangkan Bagi Siswanya.

Seperti dilansir oleh kontributor melalui live chat, beliau menyampaikan hal-hal penting terkait figur seorang guru di mata siswa. Dan, materi utama yang dibawakan adalah bagaimana menjadi guru diterima, diizinkan dan menjadi guru favorit serta disenangi oleh siswa dari menit pertama sampai bel terakhir.

Dalam penyampaiannya, Motivator lulusan Kedokteran Hewan dari IPB Bogor ini menjelaskan bahwa seorang guru harus bisa menggali potensi dalam layanan pendidikan kepada santri adalah kemampuan guru mampu mengerti, mampu memahami dan mampu menghargai santrinya. Dengan memberikan layanan prima terhadap santrinya maka guru akan menjadi sosok “Digugu dan Ditiru” sehingga layak dijadikan teladan. Sehingga apapun yang dibawa oleh seorang guru akan menjadi menarik dan berarti serta menjadi bagian dari ilmu yang dicintai oleh para siswanya. Dan akhirnya lahirlah seorang siswa yang cerdas dan mampu menjadi siswa teladan insya Allah, Imbuhnya.

Di penghujung acara zoom yang menarik ini, Pak Aris memberikan saran dan resep menjadi guru yang dirindukan dan dinanti oleh siswa, maka harus mempelajari empat hal. Pertama, seorang guru mampu mengajar dengan menarik dan menyenangkan. Kedua, seorang guru mampu mendidik dengan keteladanan sebagaimana bisa menjadi contoh bagi siswanya. Ketiga, seorang guru mampu menemukan keunggulan para siswanya dengan membersamai proses pembelajaran dan melihat para siswa dari sisi terbaik. Sehingga mereka bisa merasakan keunggulannya sendiri. Keempat, seorang guru memiliki hubungan interpersonal yang baik yakni mampu melakukan langkah menyapa, menyanjung dan yang terpenting adalah mampu menjadi bagian dari kebahagiaan para siswanya dalam belajar. Dan yang terakhir adalah mampu menjadi sosok yang benar-benar mengerti para siswanya sesuai zamannya. Dengan kata lain, seorang guru bukan memaksa polanya sebagai barometer, tetapi kita mampu mempelajari dunia para siswa dan mencoba masuk dari sisi tersebut.

Harapan yang disampaikan oleh Pak Aris kepada seluruh guru bahwa harus mampu membangun kapasitas diri sebagai sosok yang dicintai, diterima dan dijadikan suri tauladan. Sehingga para guru perlu belajar menjadi sosok yang menyenangkan bagi santrinya. Selain itu, menjadi sosok yang mampu mengapresiasi proses perjalanan belajar serta memiliki jiwa seni dimana membuat para santri tidak jenuh dengan kehadirannya di kelas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here